Personil Ten 2 Five Buka Rahasia


Dunia Hiburan, Merupakan hal yang tidak lazim dikarenakan Personil Ten 2 Five akan membuka aib mereka semua secara terbuka kepada media massa, bukan aib yang sebenarnya melainkan semua rahasia mereka yang akan dibeberkan untuk sebuah karya novel yang berjudul “Aku ada Rahasia”.
Bertempat di SOHO Senayan City, Ten 2 Five melaunching novel yang di ambil dari kisah cinta yang terinspirasikan lagu-lagu di Album 3 kami berjudul “Aku ada rahasia”, bentuk inspirasi bisa datang dari mana saja benyaknya pengalaman pribadi mengenai kisah cinta para personil Ten 2 Five, seperti Imel dan Arief.

Bak gaung bersambut, penulis novel Yennie Hardi Widjaya, menangkap mengenai kisah cinta mereka, layak dijadikan inspirasi sebuah novel, dimana secara tidak langsung Yennie juga terinspirasi oleh lagu Aku Ada Rahasia yang terdapat pada album terbaru Ten 2 Five yaitu Album “3″.

“Novel ini dilatarbelakangi lagu kita tentang konflik cinta segitiga dengan tema remaja. Lagu itu menceritakan pengalaman saya dan Arief, tapi saya nggak pacaran dengan Arief.

(jin/indoseleb)

Five-V Tampil Seksi Di Film Baru


 

Dunia Hiburan, Banyak artis yang berpikir ulang untuk tampil seksi. Tapi hal itu tidak untuk Five-V yang siap berseksi ria di film barunya.

Kabarnya, Five-V tidak akan ragu-ragu untuk tampil hot dalam memerankan tokoh seksi yang mampu menggoda mata setiap pria.

“Disana aku berperan lumayan seksi loh. Dan di film itu aku juga melakukan adegan yang sedikit sensasional. Agak mendesah-desah deh,” ungkap Five-V ketika ditemui di Planet Hollywood, Jl. Jendral Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Meski demikian, wanita seksi ini belum mau memberitahukan judul maupun lawan mainnya. Yang pasti, film tersebut dalam waktu dekat akan rilis dibioskop.

Sementara itu, soal adegan hot dan peran seksi, dirinya mengaku tidak akan mengambil pusing. Tak ada yang melarangnya. “Bebas, It’s my life,” paparnya.

Walaupun demikian, mantan istri pengacara sukses, Henry Yosodiningrat, itu tak mau dicaphanya mengandalkan fisik. Five-V ingin jadi aktris yang punya kemampuan akting baik. Dan demi hal itu, ia rela mengesampingkan menikah kembali.

“Sementara ini aku ingin lebih konsen ke akting. Dua kali janda bukan kebanggan buat aku. Sekarang hati aku masih beku. Kalau dipegang saja udah nggak bergetar seperti dulu,” candanya. (swh/indoseleb)

Sambut Hari Kasih Sayang dengan Kirana Atas Nama Cinta

Astro Kirana tayangkan Merah Itu Cinta dan Berbagi Suami

Jakarta, Merayakan hari kasih sayang, Valentine , Astro Kirana saluran yang menayangkan film-film berkualitas dari manca negara persembahan TV berlangganan Astro siap memanjakan pemirsa dengan beragam film romantis. Film-film romantis dari berbagai negara itu akan ditayangkan dalam Kirana Atas Nama Cinta mulai 11 hingga 16 februari 2008 setiap pk. 16.00 wib.

Tayangan Kirana Atas Nama Cinta diawali dengan penayangan film komedi romantis dari Malaysia berjudul Main-Main Cinta (11/02) . Berikutnya Astro Kirana akan memutarkan film romantis dari Korea berjudul Once In The Summer (12/02). The Wedding Director, sebuah film romantis dari Korea menjadi menu pilihan pada hari Rabu (13/02). Selain itu Astro Kirana juga menayangkan film romantis buah karya anak negeri Merah Itu Cinta (14/02) yang merupakan tayangan perdana film ini di layar televisi Indonesia.. Pada hari Jumat pemirsa akan dimanjakan dengan tayangan film romantis India berjudul Zeher ( 15/02) . Dan menutup rangkaian Atas nama Cinta, Astro Kirana akan menayangkan film besutan sutradara wanita berbakat Indonesia, Nia Dinata : Berbagi Suami (16/02).

Menurut Dewi Fadjar (Direktur Programming PT. Adi Karya Visi , content provider Astro Indonesia), Kirana Atas Nama Cinta merupakan wujud komitmen Astro untuk menayangkan film-film berkualitas dari berbagai negara terutama dari Indonesia sebagai alternatif tayangan yang segar bagi pemirsa. “ Di moment penuh kebahagiaan ini kami berusaha memberikan alternatif tayangan yang menghibur melalui tayangan film romantis dari berbagai negara. Kami juga tak lupa menayangkan dua film romantis buah karya Indonesia untuk menggugah rasa kecintaan pemirsa terhadap produk garapan Indonesia yang secara kualitas tidak kalah dengan produk luar negeri.” jelas Dewi Fadjar.

Merah Itu Cinta merupakan film romantis yang bercerita tentang kisah cinta yang tragis antara Raisa (Marsha Timonthy) dan seorang fotografer bernama Rama ( Yama Carlos). Pada suatu malam menjelang pernikahan mereka Rama meninggal dalam suatu kecelakaan mobil. Raisa mengalami tekanan batin yang luar biasa, karena selama ini hanya Rama yang dapat memberinya suatu “rasa” dan makna hidup yang tak pernah ia mengerti sebelumnya. Suatu ketika di tengah rasa kehilangannya, datanglah seorang sahabat Rama bernama Aria (Gary Iskak) ke dalam kehidupan Raisa. Kehadiran Aria memberi gairah dan ketertarikan tersendiri bagi Raisa. Mereka terjebak dalam hubungan tarik ulur yang aneh, antara benci dan ketertarikan yang tak bisa mereka pahami. Bagaimanakah akhir kisah Raisa dan Aria ? Semuanya akan terurai dalam film produksi Rapi Film ini.

Sementara itu film romantis pilihan Kirana Atas Nama Cinta lainnya adalah Berbagi Suami. Berbagi suami berkisah tentang potret kehiduan tiga wanita yang berasal dari kelas sosial yang berbeda, latar belakang pribadi yang berbeda dan tidak saling mengenal, namun memiliki masalah kehidupan yang serupa yakni menjadi wanita yang dipoligami. Salma (Jajang C Noer), Siti (Shanty) dan Ming (Dominique) akan menceritakan kisah hidup, perasaan, sikap dan tindakan mereka menjalani poligami dari sisi yang berbeda dan tentunya menarik untuk disimak. Berbagai kejadian mengharukan, menggugah bahkan mencengangkan tidak luput disajikan oleh sutradara Nia Dinata. Tidak heran jika film ini meraih banyak penghargaan Internasional seperti Best Feature Film Festival, Hawaii International Film Festival 2006, Silver award 11th Lyon Asian Film Festival, France 2006 maupun penghargaan lokal seperti Best Movie , MTV Indonesia Movie Award 2006 .

Sementara itu di Bulan Maret 2008, memperingati hari perfilman nasional ke 58 Astro Kirana siap menayangkan film-film terbaik produksi anak negeri. Parade film Indonesia tersebut terangkum dalam slot Bangkit Sinema Nusantara. Sebanyak 25 film dari berbagai genre akan diputar nonstop selama 58 jam mulai dari 28 Maret, pukul 10.00 WIB sampai 30 Maret, pukul 20.00 WIB. Film-film Indonesia peraih penghargaan pun akan turut memeriahkan Bangkit Sinema Nusantara seperti Arisan, Janji Joni, Pasir Berbisik, Ca Bau Kan, Ruang dan masih banyak lagi.

TENTANG ASTRO KIRANA

Astro Kirana (Saluran 60 di televisi berlangganan Astro Indonesia) adalah saluran film 24 jam non-stop yang khusus mendedikasikan diri pada film-film dari seluruh dunia. Saluran ini mengetengahkan suatu konsep “Dunia Sinema Anda” di mana anda dapat menikmati tayangan film dari seluruh dunia di tengah kenyamanan ruang keluarga penontonnya.

 

Astro Kirana mulai ditayangkan di Indonesia pada bulan Februari 2006 dan di Malaysia pada bulan Agustus 2006. Kurang lebih 85% dari keseluruhan film yang diputar Astro Kirana diproduksi oleh negara-negara Asia.

Slot premium saluran ini adalah “Kirana Gemilang” setiap hari Sabtu pukul 16.00 WIB yang mengetengahkan film-film pilihan atau film unggulan pada bulan tersebut. Selain Kirana Gemilang, Astro Kirana juga mengetengahkan slot ”Kirana Sinema Pagi” dan ”Kirana Sinema Sore”, yang menampilkan film-film pilihan setiap hari Senin sampai Jumat setiap jam 10.00 WIB dan 16.00 WIB. Saluran ini juga menawarkan pilihan text terjemahan (subtitling), pilihan bahasa asli film tersebut atau bahasa Indonesia (dubbing) dan sinopsis pendek pada Electronic Program Guide (EPG) untuk semua film yang ditayangkan bagi pemirsanya. Kekuatan lain dari saluran ini adalah adanya tayangan-tayangan tambahan seperti “The Making of”, “Movie Talk Show”, “Celebrity Endosement” dan lain-lain.

Astro Kirana telah banyak menayangkan film-film peraih penghargaan yang juga telah banyak menarik perhatian para kritikus, seperti JANJI JONI, RUANG, ARISAN, BERBAGI SUAMI, NOWHERE IN AFRICA, TWILIGHT SAMURAI, THE CAVE OF THE YELLOW DOG, dan juga film-film yang dibintangi aktor dan aktris terkenal dunia. Selain itu Astro Kirana juga menayangkan FTV dari Indonesia dan Short Film dari mancanegara.

Di tahun 2008 ini Astro Kirana akan memperkuat line-up film-film dari mancanegara yang beberapa diantaranya pernah diputar di festival film internasional bergengsi seperti Festival De Cannes, Jakarta International Film Festival dan lain-lain. Judul yang akan tayang di 2008 antara lain TAE GUK GI, SILK, SHUTTER, QUEEN, ALONE, PARIS JE T’AIME, REQUIEM, JADE WARRIOR, LE GRAND VOYAGE, BUENOS AIRES 1977, dan lain-lain. Selain itu Astro Kirana juga akan menayangkan 3 film pendek dari pemenang Short Fiction Film Script Development Workshop Jiffest 2005 dan dua film pendek dari pemenang tahun 2007, sebagai dukungan Astro Kirana terhadap perkembangan industri film lokal.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi :

Adityawati Asyari– Publicity Manager

PT. Adi Karya Visi – Content Provider of Astro Indonesia

Tel. (021) 30400400 ext. 3474

Hp. 081712 0909

Yulita Ekawaty

yulita.jpg

Berbekal Ketekunan Yakin akan dapat Peran Utama

Terlahir dengan nama Yulita Ekawaty, anak pertama dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Suwito dan Wagiarti. Meski menjadi artis bukanlah cita-citanya sejak kecil, namun setelah menapaki dunia seni peran ini, Julie, akrab disapa, sejak SMU ia telah jatuh cinta bermain dalam beberapa judul sinetron, produk iklan dan figuran film. Walaupun hanya baru sebatas figuran untuk beberapa produksi, Julie sangat serius menekuni dunia seni peran. Terbukti dengan keseriusan itu cewek berbulu mata lentik ini sedang mengikuti acting course bersama Eka Sitorus.

Bagi kalangan dunia entertainment seorang Eka Sitorus tidak diragukan hasilnya, sudah banyak anak didiknya yang telah sukses main dalam beberapa produksi film, sinetron, dan iklan. Hal ini lah yang mendorong keinginan kuat Julie untuk mengikuti acting course ditempatnya. Sama dengan harapan aktris dan aktor didikan Eka lainnya, Julie pun berharap dengan mengikuti kursus akting dapat menambah pengetahuan dunia seni peran dan juga mengasah lebih tajam lagi bakatnya dalam berakting. Meski akting itu juga hobi bagi Julie, ia tidak akan main-main jika sedang latihan akting, untuk lebih menjiwai sebuah peran, Julie sering berlatih sendiri di rumah di depan sebuah cermin. Sadar ia harus berjuang dengan keras, karena diluar sana banyak kompetitor yang siap menghadangnya.

Di tahun 2008 ini, Julie sangat berharap apa yang telah ia lalui selama ± 2 tahun mengikuti beberapa casting untuk sinetron, film dan iklan akan menuai hasil yang menggembirakan. Bukan hanya keinginan kuat dari diri Julie, dukungan kuat pun datang dari keluarga tercinta. Orang tua dan beberapa saudara Julie, mendukung penuh apa yang selama ini Julie tekuni. Sebuah support yang positif, terbuka dengan lebar mendapat kesempatan untuk bermain di beberapa produksi film, sinetron dan iklan.

Cewek yang kagum dengan aktor Raffi Ahmad dan Bunga Citra Lestari ini, selain memilki bakat akting, Julie juga gemar menyanyi. Meski ia sadar tidak akan ’meraup’ itu semua dengan masih skill yang kurang, Julie, sementara waktu akan serius dulu mendalami dunia akting. ”Aku ingin seperti BCL, soalnya dia bisa semuanya, ya nyanyi, akting, dan semuanya itu ia jalani dengan sukses”, tuturnya.

Banyak artis meraih sukses dengan mulai dari nol, gagal dalam beberapa casting bukan sebuah halangan untuk sukses. Julie pun demikian ia tidak akan menyerah untuk selalu mengikuti casting, dengan penuh keyakinan, berbekal ketekunan dalam skillnya berakting, suatu saat Julie akan mendapatkan peran utama dan akan menuai sukses di kemudian hari, dan bersanding dengan aktris dan aktor terkenal lainnya. (Sumber : www.youlita.com)

Nidji: Belum Pantas Jadi Rising Star



 

Dunia Hiburan, Tidak bisa dipungkiri, eksistensi grup band Nidji makin hari makin cemerlang saja.

Bahkan sejak menggebrak blantika industri musik Indonesia lewat debut album perdananya, Breakthru’, grup musik yang digawangi Giring (vokal), Rama (gitar), Ando (bass), Run-D (keyboard), Ariel (gitar), dan Aldri (drum) ini telah berhasil mencuri dengar penikmat musik tanah air. Makanya tidak heran, para pengamat musik menyematkan predikat Rising Star kepada Nidji.

Meski begitu, grup band yang melejit lewat tembang Child ini mengaku belum pantas menyandang predikat tersebut. “Alhamdulillah kita masih dibilang Rising Star. Ini merupakan kerja keras kita bersama. Tapi predikat itu belum pantas bagi kita. Masih banyak pembuktian lagi. Karena kita kalau lagi manggung, terkadang masih deg-degan,” beber Giring. “Mendingan kita mikirin bagaimana bermain musik yang bagus dan aksi panggung yang baik, daripada mikirin predikat rising star,” Andro, sang bassist, menimpali.

Lebih lanjut, Giring cs juga mengaku, tidak merasa tersaingi dengan banyak bermunculannya grup band-grup band baru. “Kita gak merasa tersaingi. Malah kita senang dengan adanya banyak band-band baru. Jadi kita bisa jadiin referensi. Kita main musik dengan jujur, jadi kita tidak mikirin saingan,” terang Giring. “Jangan mengikuti pasar, karena pasar susah ditebak. Jadi kita berusaha menonjolkan sesuatu yang berbeda. Kita pengen aksi panggung yang bagfus. Karena kalau mengandalkan audio saja, susah. Jadi harus ditunjang audio visual,” imbuhnya soal kiat menjaga eksistensi.

Terlepas dari semua itu, Nidji memang memberikan warna lain dalam peta persaingan industri musik Indonesia. Terbukti, tembang-tembangnya seperti Kau dan Aku, Sudah, dan single Biarkan dari album teranyarnya, dihafal semua lapisan masyarakat. (Sumber : www.indonesiaselebriti.com)

Rossa Wujudkan Obsesi


 

Dunia Hiburan, Diam-diam, penyanyi Rossa ternyata memendam obsesi, yang akhirnya kesampaian. Apakah itu? Penyanyi yang ngetop lewat tembang Tegar itu mengaku sangat senang akhirnya obsesinya terwujud menjadi kenyataan. Istri Yoyo Padi ini diam-diam ternyata sangat terobsesi untuk bisa menyanyi duet dengan grup band Ungu. Keinginan itu pun akhirnya terealiasasi dalam album teranyarnya, yang juga original soundtrack film Ayat-Ayat Cinta.

Tak hanya dengan Ungu, pelantun tembang Atas Nama Cinta itu juga bakal beduet dengan Melly Goeslaw, Yuni Shara, Tamara Geraldine dan pedangdut Iis Dahlia. Makanya tidak heran, Rossa pun rela menundal album solonya demi album soundtrack ini.

“Duet dengan Ungu adalah salah satu obsesi pribadi saya. Kebetulan yang dinyanyikan bareng Ungu itu lagu favorit aku, yaitu Tercipta Untukmu,” ujarnya. “Karena ini soundtrack pertama saya, jadi saya mau berkorban. Saya rela memundurkan proyek album solo. Soalnya, ini sayang untuk dilewatkan. Apalagi, film ini banyak yang menunggu. Pokoknya, lihat saja nanti. Pasti seru banget. Bisa dibayangkan, ada Iis Dahlia yang dangdut banget,” tambahnya.

Selain itu, pemilik nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayanyi ini juga mengaku bahagia karena suaminya ikut menciptakan lagu khusus buatnya. “Lagu yang diciptain Yoyok buat aku benar-benar surprise. Aku bahagia banget karena lagunya benar-benar bagus dan menarik. Kalau lagu yang diciptakan Enda, itu terinspirasi dari kisah hidup gue. Benar-benar menyayat hati. Aku nggak mau certain, tunggu saja ya,” tukasnya. (Sumber :www.indoselebselebriti.com)

Shanty: Reformasi LSF

 shanty.jpg

Dunia Hiburan, Keberadaan Lembaga Sensor Film (LSF) masih terus mengundang pro kontra dari kalangan praktisi dan insan perfilman Indonesia. Salah satunya, sineas muda yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia (MFI). Puncaknya, MFI pun memboikot penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI) 2007. Untuk menghentikan polemik tersebut, MFI pun mengadu kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk merevisi undang-undang perfilman. Termasuk mengkritisi fungsi dan kewenangan LSF. Kamis (24/1), digelar sidang uji materil UU No. 8 Tahun 1992 tentang Perfilman di gedung MK.

Dalam sidang yang diketuai Jimly Asshidiqie itu, mengagendakan mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak pemohon dan pihak pemerintah. Tampak hadir dalam persidangan tersebut, Riri Riza, Mira Lesmana, Nia Dinata, Dian Sastrowardoyo, dan Shanty.

Shanty beranggapan, sensor yang dilakukan LSF selama ini, tidak jelas patokannya. Sehingga ia dan MFI merasa dirugikan, karena sebagian dialog atau adegan film harus dihilangkan. Padahal kata pemain film Kala dan Perempuan Punya Cerita ini, adegan yang dipotong itu merupakan bagian terpenting dari rangkaian cerita sebuah film. Meski begitu, pemain film Maaf Saya Menghamili Istri Anda itu mengaku tidak anti terhadap LSF.

“Kami bukan anti LSF, tapi kami menginginkan agar adanya reformasi di LSF. Yang kami inginkan ialah aturan yang ada harus diubah, sistemnya harus diubah sesuai dengan kemajuan zaman. Jadi aturannya nggak lagi jadul, nggak lagi otoriter,” tukasnya.

Bagaimanakah akhir dari pro kontra ini? Benarkah insan film merasa dirugikan dengan keberadaan LSF ataukah hanya MFI semata? Apakah LSF itu perlu dibubarkan? Jika dibubarkan, pihak manakah yang bakal melakukan sensor terhadap film yang berbau SARA, pornografi dan menyesatkan masyarakat? (Sumber : www.indoselebriti.com)

Selamat Jalan Pak Harto



 

Dunia Hiburan, Setelah berjuang melawan penyakitnya, akhirnya Soeharto tak kuasa menahan kuasa Illahi.

Minggu (27/1), mantan presiden ke-2 Republik Indonesia itu, menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICCU Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.10. Mantan penguasa Orde Baru itu meninggal karena mengalami gagal multifungsi organ (jantung, paru-paru dan ginjal.

Sebelumnya, Pak Harto, sapaan akrabnya, sempat menjalani perawatan intensif di RSPP sejak 4 Januari 2008. Semenjak itu, kondisi kesehatannya fluktuatif. Setelah dinyatakan meninggal, Pak Harto langsung disemayamkan di kediamannya, kawasan Cendana, Jakarta Pusat. Senin (28/1), pagi, jasad bekunya akan diterbangkan dan dimakamkan secara militer di pemakaman keluarga Astana Giribangun, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah.

Soeharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Pak Harto meninggalkan 6 anak. Yakni, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Terlepas dari pro kontra yang mengiringi perjalanannya sebagai Presiden dan Kepala Negara selama 32 tahun, Soeharto merupakan pemimpin Indonesia yang berhasil memajukan kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Selamat Jalan, Bapak Pembangunan. (Sumber www.indoselebriti.com)

WARKOP DKI

 warkop_dki.jpg
Warkop Prambors biasa ngetop dengan nama Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu Mulyono, Rudy Badil, Wahyu Sardono, Kasino Hadiwibowo dan Indrojoyo Kusumonegoro, lima mahasiswa Universitas Indonesia, Jakarta.

Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Warkop yang merupakan singkatan dari “Warung Kopi” di radio Prambors. Acara lawakan setiap jum’at malam antara jam 20.30 s/d jam 21.15, disiarkan Radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias “Menteng pinggir.”

Dalam acara itu, Rudi Badil sering berperan sebagai Mr. James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Ubai (Ansori). Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam, kadang berperan sebagai Mas Bei, Acing/Acong (Cina) dan Buyung (Padang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Tulo (Batak). Dono sendiri hanya berperan sebagai Mas Slamet.

Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari dedengkot Radio Prambors, Timmy Lesanpura. Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkot mahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini. Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro.

Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang prom nite) SMP IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personil gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. Namun peristiwa di tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar 20.000. uang itu dirasakan para personil Warkop besar sekali, namun toh habis untuk traktir makan teman-teman mereka. Berikutnya mereka manggung di Tropicana, sebelum manggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi nyatanya hasilnya kembali lumayan.

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar ‘lahir’ sebagai bintang baru dalam dunia lawak indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tapi juga membantu memperkenalkan grup PSP (Pancaran Sinar Petromaks), yang bertetangga dengan Warkop. Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar 1 juta per pertunjukan atau dibagi empat orang, seorang pas kebagian ‘no pek go ceng’.

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim ‘upeti’ kepada radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktek ‘upeti’ itu.

Setelah puas manggung dan ngobrol di udara, Warkop mulai membuat film-film komedi yang selalu laris ditonton oleh masyarakat. Melalui film, personil Warkop mulai meraup kekayaan berlimpah. Dengan honor 15 juta per-satu film untuk satu grup, maka mereka pun kebanjiran duit, karena hampir tiap tahun mereka membintangi satu film di dekade 80-an. Malah beberapa tahun ada dua film Warkop sekaligus.

Kebanyakan film Warkop memang tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik oleh komposer Henry Mancini tanpa ijin atau mencantumkan namanya dalam film. Beberapa film yang beredar di antaranya Mana Tahaaan… (1979), Gengsi Doong (1980), Pintar Pintar Bodoh (1980), Ge-Er (1980), Manusia 6.000.000 Dollar (1981), IQ Jongkok (1981), Setan Kredit (1981), Dongkrak Antik (1982), Chips (1982), Maju Kena Mundur Kena (1983), Itu Bisa Diatur (1984), Tahu Diri Dong (1986), Kesempatan Dalam Kesempitan, Gantian Dong Parkit, Pokoknya Beres, Jodoh Boleh Diatur, Atas Boleh Bawah Boleh (1986), Sama Juga Bohong (1986), Salah Masuk (1994), Pencet Sana Pencet Sini (1996), Saya Suka Kamu Punya, Mana Bisa Tahan, Lupa Aturan Main, Sabar Dulu Doong…!, Malu-malu Mau, Makin Lama Makin Asik, Sudah Pasti Tahan, Bagi-Bagi Dong, Godain Kita Dong, Saya Duluan Dong, Bisa Naik Bisa Turun, Bebas Aturan Main.

Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, DKI pun lantas memulai serial televisi sendiri. Serial ini tetap dipertahankan selama beberapa lama.

Hingga saat ini personil Warkop yang masih ada hanya Indro. Kasino meninggal pada tahun 1997, sedangkan Dono menyusul pada tahun 2001. Indro sendiri sekarang telah mendirikan sebuah Persatuan Artis dan Pelawak Indonesia (PASKI). Di mana ia menjadi ketuanya

Untuk mewadahi aspirasi para penggemar Warkop, sekarang telah berdiri Lembaga Warkop DKI yang merupakan bentuk resmi ikatan kekeluargaan antara putra-putri Dono, Kasino dan Indro, mereka juga telah membuat websitenya. Visi dan misi Lembaga Warkop DKI ini adalah singkat, menjadi wadah aspirasi para penggemar WarkopDKI di manapun untuk tetap dapat merasakan, membayangkan, dan bernostalgia di website ini. (Dari Berbagai Sumber)

Daftar Nominasi Oscar 2008

best_picture-oscar-2008.jpg

 

Best Picture nominees, “Atonement”, “Juno”, “Michael Clayton”,
“No Country for Old Men” and “There Will Be Blood”.

Best Picture
‘Atonement’
‘Juno’
‘Michael Clayton’
‘No Country for Old Men’

Best Director
Julian Schnabel, ‘The Diving Bell and the Butterfly’
Jason Reitman, ‘Juno’
Tony Gilroy, ‘Michael Clayton’
Joel Coen and Ethan Coen, ‘No Country for Old Men’
Paul Thomas Anderson, ‘There Will Be Blood’

Best Actor
George Clooney, ‘Michael Clayton’
Daniel Day-Lewis, ‘There Will Be Blood’
Johnny Depp, ‘Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street’
Tommy Lee Jones, ‘In the Valley of Elah’
Viggo Mortensen, ‘Eastern Promises’

Best Actress
Cate Blanchett, ‘Elizabeth: The Golden Age’
Julie Christie, ‘Away From Her’
Marion Cotillard, ‘La Vie en Rose’
Laura Linney, ‘The Savages’
Ellen Page, ‘Juno’

Best Supporting Actor
Casey Affleck, ‘The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford’
Javier Bardem, ‘No Country for Old Men’
Philip Seymour Hoffman, ‘Charlie Wilson’s War’
Hal Holbrook, ‘Into the Wild’
Tom Wilkinson, ‘Michael Clayton’

Best Supporting Actress
Cate Blanchett, ‘I’m Not There’
Ruby Dee, ‘American Gangster’
Saiorse Ronan, ‘Atonement’
Amy Ryan, ‘Gone Baby Gone’
Tilda Swinton, ‘Michael Clayton’

Best Foreign Film
‘Beaufort’ (Israel)
‘Counterfeiters’ (Austria)
‘Katyn’ (Poland)
‘Mongol’ (Kazakhstan)
‘12′ (Russia)

Best Original Screenplay
Diablo Cody, ‘Juno’
Nancy Oliver, ‘Lars and the Real Girl’
Tony Gilroy, ‘Michael Clayton’
Brad Bird, ‘Ratatouille’
Tamara Jenkins, ‘The Savages’

Best Adapted Screenplay
Christopher Hampton, ‘Atonement’
Sarah Polley, ‘Away From Her’
Ronald Harwood, ‘The Diving Bell and the Butterfly’
Joel Coen and Ethan Coen, ‘No Country for Old Men’
Paul Thomas Anderson, ‘There Will Be Blood’

Best Animated Feature Film
‘Persepolis’
‘Ratatouille’
‘Surf’s Up’

Best Art Direction
‘American Gangster’
‘Atonement’
‘The Golden Compass’
‘Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street’
‘There Will Be Blood’

Best Cinematography
‘The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford’
‘Atonement’
‘The Diving Bell and the Butterfly’
‘No Country for Old Men’
‘There Will Be Blood’

Best Documentary Feature
‘No End in Sight’
‘Operation Homecoming: Writing the Wartime Experience’
‘Sicko’
‘Taxi to the Dark Side’
‘War/Dance’

Best Documentary Short Subject
‘Freeheld’
‘La Corona’ (’The Crown’)
‘Ochberg’s Orphans’
‘Salim Baba’
Sari’s Mother’

Best Original Score
‘Atonement’
‘The Kite Runner’
‘Michael Clayton’
‘Ratatouille’
‘3:10 to Yuma’

Best Original Song
‘Falling Slowly’ from ‘Once’
‘Happy Working Song’ from ‘Enchanted’
‘Raise It Up’ from ‘August Rush’
‘So Close’ from ‘Enchanted’
‘That’s How You Know’ from ‘Enchanted’

Best Makeup
‘La Vie en Rose’
‘Norbit’
‘Pirates of the Caribbean: At World’s End’

Best Animated Short Film
‘I Met the Walrus’
‘Madame Tutli-Putli’
‘My Love (Moya Lyubov)’
‘Peter & the Wolf’

Best Live Action Short Film
‘At Night’
‘Il Supplente (The Substitute)’
‘Le Mozart des Pickpockets (The Mozart of Pickpockets)’
‘Tanghi Argentini’
‘The Tonto Woman’

Best Film Editing
‘The Bourne Ultimatum’
‘The Diving Bell and the Butterfly’
‘Into the Wild’
‘No Country for Old Men’
‘There Will Be Blood’

Best Sound Editing
‘The Bourne Ultimatum’
‘No Country for Old Men’
‘Ratatouille’
‘There Will Be Blood’
‘Transformers’

Best Sound Mixing
‘The Bourne Ultimatum’
‘No Country for Old Men’
‘Ratatouille’
‘3:10 to Yuma’
‘Transformers’

Best Visual Effects
‘The Golden Compass’
‘Pirates of the Caribbean: At World’s End’
‘Transformers’

Best Costume Design
‘Across the Universe’
‘Atonement’
‘Elizabeth: The Golden Age’
‘La Vie en Rose’
‘Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street’ (Sumber : Milis Diskusi Film Yahoo Groups)